September 22, 2015

Jangan Menjadi Bodoh Karena Ponsel Pintar

      


   Perkembangan era globalisasi menjadikan komunikasi lebih mudah, sehingga  sebagian besar masyarakat beralih menggunakan ponsel pintar daripada perangkat komputer yang sudah lebih dulu ada. Hal ini kemudian didukung dengan berkembangnya berbagai macam media sosial, seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, dan juga lainnya yang turut mendekatkan pengguna dengan orang-orang di seluruh dunia. Melalui media sosial tersebut, pengguna dapat mengetahui segala sesuatu yang menjadi tren di kalangan masyarakat. Sudah tentu ponsel pintar menjadi suatu barang yang diincar untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi itu sendiri.
      Mengutip dari halaman kompas.com (4/9/2015), masyarakat di Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 5,5 jam per hari menatap layar ponsel pintarnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Google Indonesia melalui hasil survei yang dilakukannya di lima kota besar di Indonesia pada periode Desember 2014 hingga Februari 2015. Bayangkan saja jika dalam sehari mereka harus bekerja selama 8 hingga 10 jam, lalu menggunakan sisa waktunya untuk menatap layar ponsel pintarnya. Bagaimana dengan kehidupan sosial yang seharusnya mereka lakukan dengan orang-orang yang berada dekat? Belakangan ini sering kita jumpai sekumpulan manusia duduk berdekatan, namun tak saling menyapa. Mereka lebih asik memainkan ponsel pintarnya daripada menjalin komunikasi langsung dengan orang-orang di dekatnya. Selain itu, ponsel pintar dapat dengan mudah mengakses informasi  terkini dari seluruh penjuru dunia, namun seolah membutakan diri sendiri ketika ada tetangga yang terkena musibah sedang kita tidak tahu. Ya, ponsel pintar tidak hanya berhasil mendekatkan yang jauh, tetapi juga menjauhkan yang dekat. 
     Ketergantungan manusia dengan ponsel pintar sangatlah kuat, hampir di setiap aktifitas manusia melibatkannya.Manusia tidak lagi menggunakan kertas untuk mengirim surat, tidak lagi menggunakan peta dalam perjalanan jauh, tidak lagi membuka kamus bahasa, dan sebagainya. Pertanyaannya, apakah manusia yang mengendalikan teknologi, ataukah teknologi yang justru dapat dengan mudah mengendalikan manusia?
            
Baca selengkapnya