February 23, 2015

00.00 a.m - August 23, 2014



It was when you said you love me
The clock stopped ticking
Gave me time to enjoy the best moment in life
In a slow… graceful… motion
And the tips of my lips slightly raised
And the cores of my eyes vibrantly sparked
And then goose bumps
And then heart attack
I died for two seconds
Went straight to heaven
… and back

You were still there
Waiting for my “I love you too”
But instead… I said “thank you”
Ah, you knew I loved you too
Baca selengkapnya

February 14, 2015

Dapur Manis

    Sebenarnya posting kali ini sama sekali nggak ada hubungannya sama yang namanya Valentine's Day. Sejujurnya, aku juga tidak merayakan perayaan itu. Hari kasih sayang itu ya... setiap hari :)

     Aku baru aja nih nemu tempat makan es krim yang juga photoable alias bagus untuk foto-fotoan, ahihi... namanya Dapur Manis. Jangan salah, lokasinya ada di Sidoarjo lho, tepatnya di Jalan Untung Suropati No. 8 (ada di seberang sekolah Petra). Mungkin tempatnya memang agak nyempil dan cenderung enggak keliatan kalau kita berkendaranya ngebut, wuss... Hmm, kalau masih ingat sama postingan aku sebelumnya yang berjudul Frittela House of Pancake, nah si dapur manis ini juga sejenis itu. Bukan cafe, apalagi restauran. Kedai mungkin yaa, ahihi...

    Salah satu hal yang bikin aku notice sama tempat ini adalah bagian dindingnya yang berwarna pink dengan slogan "You can't buy happiness, but you can buy ice cream and that's kind of the same thing". Maybe it sounds simple, but that quotation is true. An ice cream cam always be my moodbuster. Aku bukan lagi gadis berusia 8 tahun yang kalau menangis minta dibelikan es krim, tapi gimana pun juga aku tetep cinta sama es krim.
     
     Kedengerannya kekanakan sekali, tapi siapa cobak yang bisa nolak es krim? Apalagi spotnya semanis dapur manis, semuanya bernuansa merah muda dan putih. Sayangnya, Taufan lagi enggak mood fotoan jadi deh cuma tembok begini saja yang bisa diabadikan -___-


    Apa aja yang dijual disini? Selain es krim, ada juga beberapa macam menu toast bread juga beberapa minuman dingin lainnya. Masalah harga? Terjangkau banget deh buat pelajar sama mahasiswa. Tapi aku lupa berapaan soalnya dibayarin sama kesayangan, uwkwkwk...
    Tempat ini juga menyediakan fasilitas WiFi yang bikin makin betah buat berlama-lama disana. Ssst... ada kejadian lucu nih waktu aku nanya sama mas waiternya apa password wifi-nya, trus si masnya bilang "kamu manis". Aku melongo, terus baru inget kalo memang ini tempat namanya Dapur Manis, jadi beneran deh tempat ini cuma buat kamu yang manis :) hhe

Kiri: Durian Scoop request by Taufan, Kanan: Choco Lovers (kalo gasalah),
dan yang ditengah itu Chocolate Toast Bread.

Baca selengkapnya

February 3, 2015

Media Sosial Sebagai Wadah Eksistensi

Media Sosial Sebagai Wadah Eksistensi


Akhir-akhir ini saya lebih sering menjadi pengangguran yang entah mau melakukan apa selain revisi skripsi. Sehingga tanpa disadari saya bisa banyak meracau di sosial media. Tunggu... ada banyak yang saya dapatkan dari beragam sosial media seperti path, instagram dan lainnya. Selain informasi dan teman-teman baru tentunya, sosial media secara tidak langsung memberi banyak perubahan pada pola hidup dan pola pikir kebanyakan masyarakat Indonesia. Tanpa terkecuali pada diri saya sendiri.

Apa yang anda lakukan saat ini kurang memiliki eksistensi jika tidak dipamerkan di media sosial. Apalah arti makan di tempat yang mahal jika tidak check in di path dan mengatakan pada banyak orang bahwa anda sedang makan di sebuah restoran mahal? Apalah arti liburan ke pantai tanpa berfoto dan tak lupa menguploadnya untuk menegaskan bahwa anda sedang menghabiskan waktu luang anda dengan liburan ke tempat keren? Apalah arti kumpul-kumpul sama teman kalau tidak berfoto cantik untuk menunjukkan bahwa anda memiliki teman yang keren-keren?

Kadang sampai lupa lezatnya makanan yang disajikan, indahnya pemandangan, bahkan percakapan bersama teman-teman.

Nilai-nilai itu hilang akibat kebutuhan semu akan eksistensi. Kebutuhan bahwa ada sebuah gaya hidup yang harus dicapai untuk menunjukkan identitas. Peneguhan identitas bahwa seseorang merupakan bagian dari kelas sosial tertentu. Akhirnya, konsumsi kebutuhan-kebutuhan semu itu menjadi kewajiban.

Terus terang saya sendiri melakukannya. Hanya saja saya tidak pernah malu atau gengsi untuk sekedar check in path di tempat makan kaki lima yang notabene terlihat tidak sekeren kafe ataupun restoran mahal yang sudah memiliki nama di kalangan tertentu. Tujuan sebenarnya adalah bahwa makanan enak tidak selalu disuguhkan oleh tempat mahal.


Apalah arti sesuatu yang mahal ketika dalam pemenuhannya kita masih harus mengorbankan kebutuhan lain yang sebenarnya jauh lebih penting dan wajib dipenuhi?
Baca selengkapnya

February 2, 2015

Menjadi Orang Yang Benar-Benar Baik


Saya lupa sejak kapan tepatnya, tapi sudah lama ada tanda tanya besar tentang kenapa saya hampir tidak pernah disebut sebagai orang baik. Tidak mudah menerima kenyataan itu dengan lapang dada sebab saya pikir saya tidak pernah berniat jahat. Dan kekecewaan saya bertambah ketika melihat orang-orang yang dikenal sebagai orang baik justru kadang berbuat tidak baik (entah karena mereka tidak tulus, suka mencuri, berbuat curang, merugikan orang lain, dan sebagainya).
Saya lalu berusaha mencari jawabannya—melalui perenungan dan penjelajahan dunia maya—atas pertanyaan akbar ini: apa saja kriteria orang disebut baik?
Dalam konteks “orang baik,” “baik” diartikan sebagai patut, tidak ada celanya, tidak jahat. Berangkat dari arti ini, saya mulai membuat daftar ciri-ciri yang terangkum dari berbagai sumber termasuk kontemplasi di malam-malam syahdu sembari nonton berita di televisi.
Inti dari menjadi orang baik adalah berbuat baik terhadap orang lain, yaitu bagaimana seseorang memperlakukan orang lain di sekitarnya. Orang yang memiliki kebaikan hati (kindness) tidak akan menyakiti hati orang lain. Mereka juga berkeinginan besar untuk menolong orang lain. Dan ternyata… semakin saya menggali topik ini, semakin saya tenggelam dalam daftar panjang karakteristik yang tidak mudah untuk disortir.
Baca selengkapnya