December 22, 2014

Perspective yang salah tentang Ibu

Perspective yang salah tentang Ibu

Banyak ibu dan perempuan Indonesia yang masih terjebak dalam anggapan bahwa menjadi ibu adalah profesi paling mulia di dunia. Masalahnya bukan di frasa “paling mulia di dunia” melainkan di kata “profesi”. Asal muasal kekeliruan ini mungkin dari kolom “pekerjaan” di KTP yang lumrah diisi dengan: “ibu rumah tangga”, serta pemahaman bahwa pekerjaan = profesi = karir.
Hal ini perlu diluruskan karena menjadi ibu bukanlah profesi, sebagaimana menjadi bapak juga bukan profesi. Ibu dan bapak (dan kakek dan nenek) adalah peran dalam keluarga. Peran, bukan profesi. Role, instead of profession. Lalu apakah ibu rumah tangga bisa disebut profesi?

Menganggap ibu sebagai profesi menurut saya justru merendahkan kaum perempuan.

Sampai di sini mungkin ada beberapa ibu yang menjerit ingin protes. “Kamu nggak tahu ya kalau jadi ibu rumah tangga itu banyak kerjaan?!” “Kami bahkan lebih sibuk dari orang kantoran!“ “Kami bisa kerja 24 jam non-stop!“ Tunggu… tunggu, jangan protes dulu. Tolong tahan sebentar sebab saya akan coba mengembalikan isu ini ke dalam ranah definisi. Apa itu profesi?
Saya pun berselancar di dunia maya dan merangkum beberapa cuplikan definisi profesi yang mudah-mudahan membantu.
  • [Wikipedia] Pekerjaan secara umum didefinisikan sebagai sebuah kegiatan aktif yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit, istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan sebuah karya bernilai imbalan dalam bentuk uang bagi seseorang.
Dari sini, kita boleh bilang bahwa secara umum ibu rumah tangga bisa disebut pekerjaan.
  • [Oxford Dictionaries] Profession is a paid occupation, especially one that involves prolonged training and a formal qualification.
  • [Wikipedia] A profession is a vocation founded upon specialized educational training, the purpose of which is to supply objective counsel and service to others, for a direct and definite compensation, wholly apart from expectation of other business gain.
  • [Wikipedia] Profesi adalapekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.
  • [Kamus Bahasa Indonesia] Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
  • [Merriam Webster] A type of job that requires special education, training, or skill.
Dari definisi-definisi tersebut, kita sudah tidak bisa lagi menyebut ibu rumah tangga sebagai profesi. Yang menarik, dengan berdasar pada definisi-definisi di atas, pembantu rumah tangga dan babysitter bisa disebut sebagai profesi. Bagaimana dengan definisi ibu rumah tangga itu sendiri?
  • [Wikipedia] A housewife is a woman whose main occupation is running or managing the family’s home—caring for and educating her children, cooking and storing food, buying goods the family needs in day to day life, cleaning and maintaining the home, making clothes for the family, etc.—and who is generally not employed outside the home.
Ibu rumah tangga adalah seorang wanita yang pekerjaan utamanya adalah menjalankan atau mengelola rumah keluarganya—merawat dan mendidik anak-anaknya, memasak dan menyimpan makanan, membeli barang-barang kebutuhan keluarga sehari-hari, membersihkan dan memelihara rumah, menyiapkan dan menjahit pakaian untuk keluarga, dsb.—dan yang umumnya tidak bekerja di luar rumah.
  • [Merriam Webster] A housewife is a married woman who is in charge of her household. Ibu rumah sebagai seorang wanita menikah yang bertanggungjawab atas rumah tangganya.
  • [KBBI] Ibu rumah tangga adalah wanita yang mengatur penyelenggaraan berbagai macam pekerjaan rumah tangga, istri (ibu) yang hanya mengurusi berbagai pekerjaan dl rumah tangga (tidak bekerja di kantor).
  • [The free dictionary] A woman who manages her own household as her main occupation.
 Semoga sudah bisa membedakan definisi Ibu, Ibu rumah tangga, dan profesi.

Baca selengkapnya