February 16, 2013

Laki-laki Juga Menangis


        Siapa bilang laki-laki tidak menangis? Terkadang mereka selalu terlihat lebih tegar jika dibandingkan dengan seorang perempuan. Tidak sedikit dari mereka yang beranggapan bahwa, hanya perempuan-lah yang menangis. Padahal, Tuhan menciptakan dua buah mata untuk manusia lengkap dengan kelenjar air mata. Jadi, MUSTAHIL jika ada yang mengatakan LAKI-LAKI TIDAK MENANGIS.
               
       Laki-laki BUKAN tidak menangis. Mereka hanya bisa lebih pandai menyimpan air matanya untuk dirinya sendiri, sehingga perempuan-lah yang kemudian dianggap lemah karena sering menangis. Menurut riset (saya lupa apa namanya), jika manusia tidak menangis maka akan terjadi kekeringan di dalam bola matanya sebab tidak ada yang membasahi ruang di dalamnya.


     
Saya pernah beberapa kali melihat seorang laki-laki dewasa menangis. Kalian tahu, mereka justru menangisi hal-hal yang sebenarnya bukan masalah besar. Hanya saja laki-laki memiliki gengsi yang sangat besar jika ketahuan menangis. Well, there is noone do not crying. When you just born in the world you are crying, if you are not that's bad, it is mean that your heart doesn't work. Right?
Baca selengkapnya

February 9, 2013

Alone, But Not Lonely.

Alone, But Not Lonely.

Perhaps it sounds contradictory. It’s a paradox, but not really. You feel it in some of your times: those good times when you’re on your own but not at all feeling lonely. Those are the luxurious times when you can have fun with yourself – the only being who knows you, respects you, and loves you the most. That’s a beautiful state of mind.
Being alone sucks in many ways and occasions, namely: the happy times when you want to share it with a human being and not a silly diary (or blog, ha!), the sad times when you need to be cheered up (and not laughed at), the sick times when you dream of warm soup delivered to your room, the healthy times when you have all the energy to do some crazy fun stuff with someone, anyone…
However, there are also plenty of times when you prefer to be alone, really! That is when:
- your skin exfoliating
- you desperately need to fart, especially you know very well it will be loud and stinky
- you need to scratch your butt
- you need to pick something from your nose
- you cry over something ridiculous
 
Okay, okay, that was not a good attempt to be funny or helpful. But honestly, you sometimes feel that being alone is good, don’t you? To put it more seriously, you do need your “alone time”. That’s the time where there is just you… well, and yourself.
There are too many things to mention on what you can do when you’re alone. To give you some idea:

It can be a time to think. Think about you, about what you want to be when you are forty. Will you have that small family with two kids or three and gorgeous husband (or wife)? Or will you end up very rich and successful and has lots of men (or women) craving to be with you? :D You may not have those thoughts when someone is around – distracting you with their stories, bombarding you with questions and asking for opinion they don’t actually want to hear. Yes, in your solitude, you may have the chance to listen more to yourself, understand yourself, and figure out what you really want.
On the other hand, it can also be a time not to think aka think of nothing! Admit it: for whole life you are pushed to think about everything. Think about work, about money, about what you will eat for lunch or what you will wear for a first date, about time to wake up, about whether it will rain or not, about the traffic, about pollution, about being told that your soap is damaging the environment, about why that stupid guy doesn’t chase after you anymore, yes, about every single damn thing! Don’t you feel tired? Aren’t you tempted to have your alone time and think of nothing? (Funnily, when you actually spend some time of solitude, the first thing comes in your mind will be: why do I do this?)
Anyways, the bottom-line line is: it’s okay to be alone. Don’t feel bad about it. On the contrary, be grateful! It is a luxury many people yearn for. Being with yourself who is the most reliable and believable and won’t do any harm to you. That would be fun!

Baca selengkapnya

February 7, 2013

Kebebasan.

Kebebasan.

… kebebasan.
Semua orang sebenarnya memang haus kebebasan. Ingin bebas melakukan apapun yang diinginkan, bebas memilih apapun, bebas bicara, bebas melihat, bebas mendengar, pokoknya bebas semuanya. Bukti gampangnya: banyak penjahat yang mati-matian berusaha keluar dari jeruji besi dengan cara apapun sebab… terkungkung sama sekali bukan hal yang menyenangkan.
Sayangnya kebebasan bukan sesuatu yang mutlak. Setiap orang nggak bisa seratus persen memenuhi kebebasannya karena akan terbatasi oleh keberadaan orang lain. Karena itulah peraturan dibuat. Peraturan ada untuk membatasi jangan sama kebebasan individu bersifat semena-mena sehingga merugikan kemaslahatan orang banyak. Peraturan berfungsi untuk melindungi kepentingan tiap individu.
Istilah “pergaulan bebas” yang sudah lama dikenal secara luas adalah cerminan bagaimana masyarakat melabeli orang-orang yang nggak mau berperilaku dalam “kotak” aturan yang ada. Mereka ini dianggap sebagai orang-orang yang melanggar garis-garis aturan demi mengejar kebebasan. Mereka nggak mau mengikuti batasan-batasan yang menghalangi gerak mereka untuk melakukan segala yang diinginkan.
Beberapa hari lalu saya terlibat lima belas menit obrolan dengan seorang sopir taksi membuat saya tergerak menulis postingan ini. Saya dibuat tertegun atas kata-kata di pak sopir bernama Surono itu. Dia bercerita kalau dia sudah menjadi sopir taksi burung biru selama dua belas tahun. Saya tanya kenapa kok betah kerja di sana. Bukannya taksi bluebird memakai sistem komisi yang oleh banyak sopir dianggap tidak menguntungkan? Dia bilang: “Sebab begini lebih tenang. Nggak perlu tertekan dengan setoran wajib.” Lalu dia bercerita soal anaknya yang jadi sopir seorang direktur. Lalu saya tanya apa dia nggak kepingin jadi sopir pribadi saja. Dia menjawab: “Saya pernah jadi sopir pribadi selama lima belas tahun. Penghasilan memang lebih banyak, tapi saya merasa nggak bebas. Selalu disuruh-suruh, sering dimarahi kalau memilih rute yang nggak berkenan di hati majikan.” Belum reda ketertegunan saya, dia menambahkan: “Jadi sopir taksi lebih bebas. Saya bisa kerja sesuai kemauan saya.” 
There!
Bukan cuma saya yang suntuk dengan jeratan pendapat bos yang haus untuk di-iya-kan. Bukan cuma saya yang nggak betah dengan perintah-perintah yang nggak sesuai dengan kreativitas. Selama saya masih bekerja untuk orang, selama itu pula saya nggak bebas. Jadi, boleh kan kalau saya menyimpulkan bahwa siapapun itu, apapun profesinya, semuanya sangat haus akan kebebasan? Hehe… tentu saja boleh. Kita kan hidup di negara yang sekarang sudah menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.
Jadi mari bermain-main sejenak dengan kebebasan.
Kebebasan adalah menutup mata atas rambu-rambu. Kebebasan adalah mencopot speedometer dan memacu kendaraan sekencang yang diinginkan. Kebebasan adalah mengutarakan pikiran dengan terbuka. Kebebasan adalah berkreasi. Kebebasan adalah mendengarkan dan mengikuti insting. Kebebasan adalah mempercayai yang ingin dipercayai. Kebebasan adalah tidak harus selalu mengikuti apa kata orang. Kebebasan adalah merasa aman. Dan tentu saja, kebebasan adalah ketika bisa tidur tanpa mengatur alarm dan bangun ketika tubuh secara alami memutuskan untuk bangun :)
Baca selengkapnya

February 4, 2013

Wanna Go for A While





I want to go for a while
From the hustle and bustle of life that is full of calculation
Full of artifice and deception
Full of masks cover the falsity
I want to breathe the fresh morning air
Want to hear the sound of singing birds
Want to mingle with sincerity
Want to joke with simplicity
I do not want to see you
You who judge only on my exterior
And analyze what I have
You who do not really see what’s inside me
Baca selengkapnya